Senin, 07 Juni 2010

munajat cintaku pada-MU


YA ALLAH...
Aku Mohon Kepada-MU Cinta-MU
Cinta Siapa Saja Yang MenCintai-MU
Cinta Apa Saja Yang Mendekatkanku Kepada Cinta-MU..
Jadikanlah Cinta-MU Lebih Berharga Bagiku
Daripada Air Dingin Bagi Orang Yang Kehausan

YA ALLAH
Jadikanlah Aku Mencintai-MU Dengan Sepenuh Hati
Selalu Mencari Ridha-MU Dengan Upaya Maksimalku

YA ALLAH
Jadikanlah Semua Cintaku Hanya Untuk-MU
Semua Usahaku Hanya Untuk Meraih Ridha-MU

YA ALLAH
Hidupkan Aku Dengan Cinta-MU
Matikan Aku Dengan Cinta-MU
Bangkitkan Aku Dengan Cinta-MU
Cinta-MU Bagiku Adalah Segala-galanya

Oh Rabbi
Jika Cintaku Kau Ciptakan Untuk Dia
Tabahkan Hatinya
Teguhkan Imannya
Sucikan Cintanya
Lembutkan Rindunya

Rabbi....
Jika Hatiku Kau ciptakan Untuk Dia
Penuhi Hatinya Dengan Kasih-MU
Terangi Langkahnya Dengan Cahaya-MU
Bisikkan Kedamaian Dalam Kegalauan
Temani Dia Dalam Kesepian

Rabbi...
Kutitipkan Cintaku Pada-MU Untuknya
Resapkan Rinduku Pada Rindunya
Mekarkan Cintaku Bersama Cintanya
Satukan Hidupku Dan Hidupnya
Dalam Cinta-MU
Sebab, Sungguh Aku Mencintainya Karena-MU...

------copas dari ustadz Abdullah Hadrami Hafidzahullah------

Rabu, 26 Mei 2010

jika belum siap, cintai dia dalam diam||


Kawan..

jika kamu belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ... karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ... dengan begitu kau telah memuliakan dia, karena kamu tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang dan tak mau merusak kesucian serta penjagaan hatinya..

dengan diammu…

itu dapat memuliakan kesucian diri dan hatimu juga.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..

dengan diammu….

itu dapat menunjukkan bukti kesetiaanmu padanya .. karena mungkin saja orang yang kau cintai adalah juga orang yang telah Allah SWT pilihkan untukmu ...

ingatkah kalian tentang kisah Fatimah ra dan Ali ra ????? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ... tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah dalam sebuah pernikahan ....

Kawan…..

dalam diammu tersimpan sebuah kekuatan ... kekuatan sebuah harapan ... hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi kenyataan… hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata dan bukan angan semata... bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya?????

Kawan…

jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata…. biarkan ia tetap dalam diam ... jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang lebih tepat untuk mengarungi hidup bersama... biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri biarkan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hati...

karena yakinlah…. Allah kan memberikan ganti yang lebih baik lagi atau mewujudkan mimpimu di kemudian hari.. bersabarlah dalam diammu… karena tulang rusuk takkan tertukar apalagi nyasar…





Source:sinar mentari/fb

Selasa, 25 Mei 2010

^dalam jambangan rindu^


---dalam jambangan rindu---

segenggam mawar yang terhimpun dalam kotak ilusinya
segar, dan memberikan kelezatan tiap jiwa yang memandangnya
ceria, bersama gelora yang terpendar spektra warnanya

ahh,, alangkah syahdunya saat gemulai bayu menyapa pucuk-pucuknya
dipadankan kelopak nan tersusun indah
diiringi liukan tarian warna surga padananya

syahdunya, menyeret sepasang mata untuk terus menatapnya
merekah senyuman menyambangi geliak rona merah
menghantarkan sampai di kedalaman ruang rindu
lekat,, selekat senyuman yang enggan untuk menyisih
menyisih dari derai biru khalbu..... disinilah pertemuan itu
di dalam jambangan rindu
    

Kamis, 18 Maret 2010

do'a untukmu



sepoy angin merayap di celah jendela
diantara hijab hijau muda yang terderak ceria 
antara teringat dan mengingat 
engkau masih disana......


tersunging bibir menyiratkan senyuman
saat cahaya membentuk raga
tawa indah penuh bahagia, 
detak jantung tak tentu,
malu-malu menatap mata indah mu,
tersiratlah suasana hati....
engkau lah yang di nanti


perlahan sang mentari bergerak
membawa kembali bayangan
yang tersisa hanya sepotong do'a
agar engkau selalu dalam penjagaan-NYA
agar engkau selalu dalam rahmat-NYA
dan.... agar setiap langkahmu bernilai ibadah kepada-NYA


----untuk sahibatiku ----

Rabu, 17 Maret 2010

menjeritlah

Hanya bisa terdiam tatkala suara nyaring bak gasing di tengah gobi itu menghentak seolah hendak mengabarkan jerit pilu bahkan pada butir debu yang bisu.
Bukan tak ada alasan untuk membiarkanmu tengelam dalam lautan beku tanpa ada celah untuk mentari menghangatkanya.
Namun, ruang pijak kaki itu tak sekuat ketika kokoh raga yang disangganya. 
Rapuh... nyaris ambruk tanpa perlu menunggu hujan melapukkanya.

Kalaupun dulu terbangun dari besi berkilat, yang sedianya ketangguhan seorang penempa lah yang sanggup membawa dalam keelokan tempa, toh kini dia hanya sebuah besi dengan karat yang menutupi, dan hanya menunggu waktu menjadi serbuk tak berbentuk.

Menjeritlah..... 
meskipun tak mungkin terdengar dalam jengkal tautan mata.
Hanya bening mata yang telah tertoreh garis merah yang mengisyaratkanya
Hanya tajamnya jiwa yang mampu mengoyak tebalnya hijab yang kau pasangkan dengan senyum yang terus tersungging untuknya dan untuk mereka yang mungkin kau pun tak mengenalnya.
Meski tak bisa kau pungkiri.... remuk redam jiwa dalam guncangan kebimbangan, renyah tawa mu, riang suaramu dan lembut tutur katamu memalingkan anomali gelombang hati.

Lihatlah jemari ini.... dia yang selama ini menyeka air matamu...
Lihatlah lembah wajah ini.... dia yang selalu tergenang air matamu...
Lihatlah kedua bibir ini, dia yang selalu diantara  roja’ dan khauf mu
Dan Lihatlah....... 
kesetiaanya untuk tetap membisu
Lihatlah.... sejauh engkau bisa melihat
Dia..... dia.... dan dia... ternyata tetap sama...
Tetap diam dengan keindahanya
Tetap diam dalam gemilang mimpinya

Dan... aku pun akan pergi, andai kau tak meminta bahu ini.
Dan aku pun akan pergi, andai jemari ini tak bisa lagi menepis gerimis hati
Dan aku pun akan berlalu, jika bayangnya pun masih kau ikuti. 

Minggu, 07 Maret 2010

penantian dan pengorbanan||

mungkin kita pernah merasakan jiwa yang tertekan,,,
mungkin pernah pula hati kita tersakitit
dan... karena rasa kecewa yang mendalam
akhirnya... kita menyalahkan diri sendiri
sebagai bentuk kebodohan yang pernah dilakukan sepanjang hidup


ketenangan yang menjanjikan harapan
telah hancur berkeping-keping


kalaupun berusaha dilekatkan kembali
ia tidak akan sekuat dulu
karena,, serpihan serpihanya sebagian telah hilang tak berbekas,,,
sulit untuk ditemukan,,, akibat sebuah keterlanjuran dari penyesalan yang mendalam
kalaupun tetap dipakasakan,,
tetap saja takan pernah utuh seperti awalnya


saat kepercayaan itu sangat maksimal
pengkhianatan atas kesucian cinta tercabik-cabik oleh keteledoran sikap untuk menjaganya


mungkin hanya kesalahan sesaat
mungkin hanya salah paham biasa
mungkin karena tak ada kepedulian untuk bertabayyun
tapi mungkin juga.... sebuah pemaksaan untuk mengakhiri semuanya
mungkin........
mencari-cari kesalahan,, untuk membenarkan alasan.
naiff.....


adakah rasa yang tumbuh ini sebuah kesalahan?
dimana memendam rasa yang teramat besar namun akhirnya terdiam
memeluk mimpi dalam khayal tak bertepi


mungkin kita bisa beralasan
bahwa kita hanya memiliki mimpi
mimpi sebuah harapan untuk mencurahkan cinta dan kasih sayang
pada seorang yang kita kenal baik
atas kesempurnaan sebagai pendamping hidup masa depan
namun sayang....
bahwa mimpi tidak selalu terwujudkan kembali pada kita


cinta memang tak butuh alasan
cinta juga tak mengenal jarak
semua terasa indah saat kita bisa memberikan
saat kita bisa berkorban
tanpa pamrih dan tanpa keinginan
walaupun akhirnya kita tahu bahwa cintanya bukan untuk kita


penantian dan pengorbanan yang selama ini kita berikan
selamanya akan menjadi kenangan terindah
bahwa engkau pernah begitu tulus memberikan perhatian dan pengorbanan
untuk kita.... dan asal kita bahagia.
meskipun sema tak pernah ternilai seperti penilaianmu terhadapnya


---dedicated to ukhtina almahbubah---

Senin, 22 Februari 2010

Segala Puji Bagi-Mu



Tak ada yang kekal di alam penciptaan
hari-hari yang terlewati....
memaksa kita untuk tersenyum atau menangis
memaksa kita untuk tertawa atau berduka
manusia hanya bisa bersyukur atau kufur
hanya bisa bersabar atau mendongkol pada qodho dan qodar

kewajiban kita,,, menyesuaikan dengan keadaan
menerima setiap yang di gariskan


jika kesedihan tidaklah menghasilkan manfaat 
haruskah kita rela tenggelam di dalamnya???
jika kebahagiaan menanti kita,,,
masihkah kita sabar untuk tak menyongsongnya???

"orang yang bahagia adalah orang yang merasa tenang dengan amalan yang shalih,,, sementara orang yang sengsara adalah orang yang betah dengan amalan yang buruk" (amalan hati. 55: syaikhul islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah)

Ya Allah.....
segala puji bagi-MU sebagaimana Engkau menciptakan kami
segala puji bagi-MU sebagaimana Engkau memberikan iman di hati kami
segala puji bagi-Mu sebagaimana Engkau mengajarkan kami
segala puji bagi-Mu sebagaimana Engkau memberi petunjuk kepada kami

segala puji untuk-Mu, dengan pujian yang terbaik wahai Rabb semesta alam

segala puji bagi-Mu sampai Engkau ridho
segala puji bagi-Mu jika Engkau telah ridho
segala puji bagi-Mu setelah Engkau ridho

Untuk-Mu lah segala pujian sebagaimana Engkau firmankan
untuk-Mu lah segala pujian lebih baik dari yang kami ucapkan
untuk-Mu lah segala pujian wahai Rabb Yang Maha hidup
Untuk-Mu lah segala puji wahai Rabb Yang memiliki kekuasaan
Untuk-Mu lah segala puji wahai Rabb yang memiliki kerajaan

Subhanallah.....
Subhanallah, bagi Dzat yang mengetahui perkara
Subhanallah, bagi Dzat yang telah menganugerahkan air dan memancarkanya
Subhanallah, bagi Dzat yang mengetahui yang digelapkan malam dan diterangi siang
Subhanallah, bagi Dzat yang mengetahui beratnya gunung
Subhanallah, bagi Dzat yang mengatur masa dan perkara
Subhanallah, bagi Dzat yang mengetahui deburan di dada
Subhanallah, bagi Dzat yang mengetahui kedalaman hati
Subhanallah, bagi Dzat yang menciptakan makhluk dan memperindahnya
Subhanallah, bagi Dzat yang mengetahui bilangan dedaunan
Subhanallah, bagi Dzat yang mengetahui bilangan hujan
Subhanallah, bagi Dzat yang mengetahui yang terjadi di darat dan di lautan
Subhanallah, bagi Dzat yang mempunyai mafatihul ghoib

telah sempurna ketetapan-Mu
pemberian-Mu sebaik-baik pemberian
Engkau yang menanggalkan prahara
Engkau jua yang menghapus sedih dan derita
Engkau yang menyembuhkan sakit dan luka
Engkau yang meringankan beratnya dosa kami

Ya Rabbana....
Kami mengharap kepada-Mu
Kuatkan iman kami, kuatkan kami diatas kelemahan kami
maka siapa yang dapat memberi ampunan selain Engkau ya Rabb...
maka siapa yang dapat memberi pertolongan selain Engkau ya Rahim
Yaa.... Rahman,, kepada siapa kami titipkan rasa cinta ini selain kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki cinta
kami zalim,,, kami lalim,,, kami bermohon kepada-Mu wahai Dzat yang mendengar curahan hati kami

Kepada siapa kami berlindung, sedangkan Engkau Dzat yang mempunyai perlindungan
Kepada siapa kami mengadu, sedangkan Engkau Dzat yang maha mendengar pengaduan

Rabbana dholamna anfusana, wa inlam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khosirin