dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar disediakan tempat kembali yang baik. yaitu surga Adn yang pintu-pintu nya terbuka bagi mereka (QS.38:49-50)
Jumat, 19 Februari 2010
.:Bertaqarrublah kepada-Nya:.
ternyata,,, sesibuk apapun mencoba mengalihkan,,,
ini tidak lebih dari sebuah fatamorgana untuk mencari bayang-bayang yang hilang
ada banyak alasan untuk satu kejadian,,,
namun tak cukup waktu untuk menjernihkanya
ahhh.... andaikan setiap tetes air mata bisa bicara....
melanglang buana ke atas batas logika....
diarak.......... dan berteriak bebas,,,
dari jerat yang tidak jelas......
tetapi,,,
akhirnya tersungkur....
di sebuah meja kayu yang berumur
sembari mengamati tingkah rayap-rayap yang menikmati mangsa
sepertinya....... mereka menikmati jalan hidupnya
sedangkan diri.... yang dilengkapi akal dan fikiran,,,
seringkali terpenjara dan tersiksa
bukan oleh siapa-siapa.... tapi terpenjara oleh diri kita sendiri
oleh fikiran kita sendiri
diri seakan tenggelam dalam kesukaan,,, kesenangan,,
ueforia semata
kita merasa bahwa bahagia adalah pemenuhan semua ingin kita
namun.... tahuhak wahai diri,,, semua itu masih terlalu jauh
karena faktanya,,,
saat kita miliki segalanya kita bisa melakukan segalanya
namun,,, tak pernah qonaah,,, jauuuuh dari bahagia
Maka berdo'alah dengan nama Rabb-mu
Dzat yang maha tahu,,, Dzat yang maha mendengar,, Dzat yang maha mengabulkan permohonan
Dialah Dzat Yang Maha Segalanya
Mendekatlah pada-Nya
dengan semua ketundukan,, dengan semua keikhlasan,, dengan semua pengharapan
karena ujian ini,,, sesungguhnya adalah teguran untuk kita,,,
agar kita selalu bertaqarrub kepada-Nya
monolog dalam rengkuh kesunyian
--MONOLOG JIWA--
Bahkan untuk mendengar ulang lirih harapan yang sempat terdengar dari keinginan ikhlas merekapun enggan,,,
bagaimana bisa?
sementara jiwa ini telah diobrak-abrik kemuraman yang tak berpangkal,,
bagaimana bisa?
sementara jiwa ini telah diobrak-abrik kemuraman yang tak berpangkal,,
bukan,,, bukan tak berpangkal....
tapi engkaulah yang terlalu tuli untuk sekedar mendengar ujung pangkal yang mereka katakan.
tapi engkaulah yang terlalu tuli untuk sekedar mendengar ujung pangkal yang mereka katakan.
Di telaga itu,, ingin kubersama,,
ditemani setiap amal yang yang tertebar dalam senyum dan langkah ikhlas seorang hamba,,
meski jalanya terjal,,, aku ingin tetap menempuhnya....
meski langkahku goyah,,, aku akan tetap melangkah....
meski fisikku lelah,,, aku ingin tatap tegap....
dan meski penuh karat dosa,,, aku ingin tetap membersihkanya...
bersama harapan yang masih tersisa,,
karena di sana.... akan kuminta ampunan-Nya,,, akan kutemui ke ridhoan-Nya,,,
dan karena disana... ada al-kautsar bagi mereka yang bertakwa --
--------------dan disana,,, disana....... di dalam cinta-Nya.
ditemani setiap amal yang yang tertebar dalam senyum dan langkah ikhlas seorang hamba,,
meski jalanya terjal,,, aku ingin tetap menempuhnya....
meski langkahku goyah,,, aku akan tetap melangkah....
meski fisikku lelah,,, aku ingin tatap tegap....
dan meski penuh karat dosa,,, aku ingin tetap membersihkanya...
bersama harapan yang masih tersisa,,
karena di sana.... akan kuminta ampunan-Nya,,, akan kutemui ke ridhoan-Nya,,,
dan karena disana... ada al-kautsar bagi mereka yang bertakwa --
--------------dan disana,,, disana....... di dalam cinta-Nya.
Kamis, 18 Februari 2010
pemberhentian di tebing kebahagiaan
Air mata adalah fitrah manusia yang memiliki perasaan,
Sebagaimana nikmat Allah pada makhluknya,,,
dia mengalir... menyatu
dia ada,, sebagai simbol eksistensi bahwa ia adalah manusia biasa
Ketika terpancing amarah,,, emosional menyentil,, sedih menggelayut
Akankah akan terus larut dalam duka? bukankah itu fitrah jiwa?
cepatlah sadar,,, untuk kembali bangkit,
karena waktu tidak bisa rehat sejenak hanya karena kesedihan
karena zaman tak bertoleransi pada kediaman,
seolah kita pasrah tergilas dan terlindas dalam lelap duka
Kita semua tak bisa sembunyi dari realita
mungkin untuk sesaat,, mungkin untuk menghela nafas,,,
tapi yakinlah bahwa,, tak mungkin untuk selamanya.
Dan suatu waktu, ibroh nya akan terbuka dengan jelas,
Jikalau tidak saat ini,, esok? lusa?,,,
ahhhh,,,, itu hanya masalah waktu
Hidup yang kau jalani bukan buai mimpi
ini realita yang harus kau jawab dengan tindakan nyata
tidak hanya memohon,, memohon dan terus memohon.
Adakah ini muak dengan kata-kata "cinta" saat diri "mencintai"
Adakah ini benci dengan istilah "menyayangi" saat diri ini "terluka"
dan masihkah ada percaya dengan "kesetiaan" saat bercermin di dinding "pengkhianata"
Cinta dan sayang tidak lebih menjadi bumbu masakan yang pernah kita cicipi
dimana rasanya akan hilang saat makanan itu tertelan
begitulah,,, bukan karena tidak pernah merasakan,,,
tapi sempat singgah untuk sedikit sementara
Hanya cinta karena Allah,,, yang selamanya akan kekal
Tak akan bertambah karena dia berbuat baik kepadamu,,,
dan tak akan berkurang karena dia berbuat kasar terhadapmu (Yahya bin Mu'az)
-Inna ma'al usri Yusron-
setelah kesusahan akan ada kemudahan
namun lantaskah kita hanya berharap tanpa ada ikhtiar?
Tinta takdir telah kering,,,
kata seandainya hanyalah perangkap yang syaiton pasang
Sekarang,,,
Tentukan jalan yang akan engkau lalui dalam perjalanan
akhirnya,,, tempat pemberhentian yang akan kau temui
Adakah lebih memilih pemberhentian sementara?
padahal....
masih ada jalan untuk meniti pemberhentian di tebing keabadian
pemberhentian dimana dia akan menyapa kita
*** Dalam kebersamaan dan kebahagiaan
dalam Naungan Cinta Rabb kita***
---Labuhkanlah cinta ini dalam naungan kasih-Mu wahai Dzat Yang Membolak balikkan hatiku---
Selalu Ada Untukmu
Manakala waktu berjalan meninggalkan kita,,,
dan pasti dia meninggalkan orang yang terdiam,,,
yang tak mau berusaha, dan mudah menyerah,,,
hanyut dalam keterpurukan dan keputusasaan,,,
mencari kambing hitam sebagai penyebab segala permasalahan,,,
sebagai sebuah pembenaran kenapa kita begini???
Padahal yang terpenting adalah...
kita secara sadar, bangkit kreatif tuk menggapai harapan
apa yan terjadi tidak lebih sekedar dinamika kehidupan
yang akan membesarkan kita di tengah pasang surutnya ujian
Sudah cukup waktu yang kita habiskan untuk ketidakjelasan
Sudah cukup keluh kesah yang selama ini kita pendam
Sudah cukup kita meratapi nasib yang sedang terjadi...
Tapi kita....
bukanlah mahluk lemah yang menyerah pasrah pada keadaan
Kita bisa bangkit,,,
dan memang harus bangkit!!!
Tatap masa depan dengan nanar nafsu yang optimis
Sibak dan tepis kabut mendung yang kelabu
Kita bersama raih harapan masa depan
yang terbaik untuk kita
Nasib baik kita tidak tergantung pada belas kasih orang lain
Tepuk tangan yang kita miliki tidak sekedar karena rasa iba
Senyum orang lain,,, dan senyum kita...
tidak menunggu waktu yang tak tentu
Karena kita bersama bisa tersenyum,,, saat ini...
dan mulai saat ini kita akan selalu bergandengan tangan
Saling mendukung dan mendorong untuk kemajuan
Bahu membahu seia sekata untuk kebersamaan
Prestasi yang terbaik bukan saat kita leading dari yang lain
tapi saat kita bisa merangkul mesra kebersamaan
sehingga senyum bahagia bukan hanya milik kita
Tapi menjadi hak dan kewajiban setiap insan
Untuk itulah kujulurkan tanganku,,,
untuk menyapa hangat dan membangun masa depan,,,
dalam kebersamaan...
dan tempat bersandar saat kau lelah
Jangan pernah lagi merasa sunyi dan sepi sendiri
Seolah tidak ada tempat untuk berbagi...
Karena mulai saat ini...
aku selalu menemanimu
---untuk yang pernah mengalami keterpurukan---
Minggu, 31 Januari 2010
Saudariku, Engkaukah Mawar Indah ditaman itu?
Bunga mawar itu melalui malam hari dengan kekhusyu’an. Tidak menguncup setelah mekarnya meski diterpa angin dinginnya malam. Mawar itu telah mekar bukan hanya sejak hari kemarin. Dan akan senantiasa indah di kala malam, pagi dan di sepanjang hari. Siapa yang tidak tertegun melihat keelokan sekuntum mawar yang tumbuh subur, mekar dan basah oleh embun pagi, bahkan tak ‘kan layu oleh tatapan sinar mentari? Serasa segar dan meneduhkan pandangan mata. Semua hati ingin memilikinya, lalu menanamnya di taman sendiri. Namun ke manakah ia harus dicari?
Seorang wanita di sisi seorang suami laksana mawar di taman. Suamilah yang akan menikmati keelokannya, dan hanya untuk suami mawar itu tampil menggoda. Sebab suami adalah pemilik yang merawat dan yang memeliharanya. Namun wanita mana yang elok seelok mawar di taman yang hanya mekar untuk suami?
Pertanyaan tersebut tidak akan didapatkan jawabannya selain sifat-sifat keelokannya yang disebutkan oleh Alloh . Ialah sifat isteri sholihah. Ialah isteri idaman dan isteri pujaan. Ialah isteri yang elok bahkan lebih elok dari sekuntum mawar yang mekar dan menawan. Ia lebih anggun dan jauh lebih anggun dari warna-warninya mawar di taman pasutri. Ialah yang Alloh firmankan dalam ayat al-Qur’an:…
Seorang wanita di sisi seorang suami laksana mawar di taman. Suamilah yang akan menikmati keelokannya, dan hanya untuk suami mawar itu tampil menggoda. Sebab suami adalah pemilik yang merawat dan yang memeliharanya. Namun wanita mana yang elok seelok mawar di taman yang hanya mekar untuk suami?
Pertanyaan tersebut tidak akan didapatkan jawabannya selain sifat-sifat keelokannya yang disebutkan oleh Alloh . Ialah sifat isteri sholihah. Ialah isteri idaman dan isteri pujaan. Ialah isteri yang elok bahkan lebih elok dari sekuntum mawar yang mekar dan menawan. Ia lebih anggun dan jauh lebih anggun dari warna-warninya mawar di taman pasutri. Ialah yang Alloh firmankan dalam ayat al-Qur’an:…
Senin, 28 Desember 2009
Untuk mu Khalbu
Bilur-bilur kejenuhan terpendar dalam garisan perih retina mu
Jerit jengah hati mu takkan membungkus hayal ego mu
Cekat kata mu takkan menembus kerongkongan mu
Lirih keluh mu takkan terdengar oleh gendang pendengaran mu
Bagaimana kau rasakan sunyi nya hatimu?
Tanpa tetesan bahasa ilmu.......
Bagaimana kau rasakan keringnya matamu?
Tanpa tangis ratap penuh harap iba dari Rabb mu........
Semua untuk yang bernama "hati"
Agar dia terjaga dari fitnah, dari goresan, dari luka, juga dari keburukan akhlak
Kuingin dia berkilau, karena noda pun enggan untuk menyentuh nya
Yaa.... Rabb,,
Jagan biarkan hati ini dalam kesia-sia an
Jangan biarkan hati ini jatuh dalam kemunafikan
Jangan biarkan hati ini berkubang kemaksiatan
Minggu, 27 Desember 2009
Menjadi Wanita Pilihan
Wanita yang elok paras mukanya itu mungkin tak terhitung jumlahnya..
namun, wanita yang elok perilaku dan jiwanya itu masih sedikit…
Wanita yang kaya harta itu telah mendominasi dunia…
namun, wanita yang kaya hati itu masih minim di dunia…
Wanita yang cerdas intelektual itu tak terbilang jumlahnya…
namun wanita yang cerdas dalam menjaga kehormatannya itu langka…
wanita yang aktif berkarier itu bejibun jumlahnya memenuhi dunia…
namun wanita yang aktif ‘tuk menjadi ibu dari anak-anak yang shalih/shalihah itu sulit dicari…
Wanita yang katanya setia pada pacar yang mau mengorbankan segalanya untuk pacar itu bisa ditemukan berserakan….
Namun wanita yang setia pada suaminya dan mau mengorbankan jiwa raganya untuk kebahagiaan dunia akhirat itu sulit untuk mendapatkannya…
Wanita yang rela membuang hartanya untuk kesenangan dunia itu bukan barang langka…
namun wanita yang rela menginfakkan hartanya untuk kesenangan akhirat itu masih langka…
Wanita yang menjaga dan memelihara kecantikan wajahnya itu sudah biasa terlihat
namun wanita yang menjaga dan memelihara kesucian hatinya sulit ditemukan…
Wanita yang mempertontonkan auratnya itu sudah membuat dunia ini lebih panas…
namun wanita yang senantiasa menutup aurat dan menjaga kehormatannya itu senantiasa menyejukkan mata …
Dan terakhir…
Ingin menjadi wanita yang bagaimanakah anda …
wahai saudariku…
pilihanmu adalah masa depanmu di dunia dan akhirat…
SELAMAT MEMILIH
Ketahuilah wahai saudariku..
Dalam hidup ini akan selalu ada pilihan
setiap pilihan mutlak memerlukan perjuangan
setiap pilihan dan perjuangan akan ada pertanggungjawaban...
Jadi, peluang menjadi wanita pilihan itu masih terbuka lebar.. buruan!!!
Sebelum terlambat …
source: voa-islam
Langganan:
Postingan (Atom)






