Senin, 27 Juli 2009

.:Bahkan Bidadari pun Cemburu dengan Cinta dan Kesetiaanya:.

Pada dirinya yang mulia sumber teladan bagi setiap manusia yang berusaha menggapai ridha-Nya. Terpesona pada kehidupannya yang tak akan pernah habis dan puas di reguk oleh hamba-hambaNya yang merindukan surga-Nya.Sampai masalah kehidupan pribadinya pun begitu indah mempesona. Ia memberi teladan bagi para suami tentang arti cinta dan kesetiaan pada pasangannya yang sesungguhnya. Cinta itu tak kan pernah lekang oleh ruang dan waktu yang di lewati manusia. Walau sang belahan jiwa tercinta telah keharibaan-Nya. Tapi cinta itu tetap membara di dalam dadanya yang suci dan mulia. Bila ia teringat pada sang kekasihnya tercinta yang telah tiada, bibirnya yang mulia tak kan jemu senantiasa menyebut namanya ,memujinya dan memintakan ampunan untuknya. Adakah para suami berhasrat untuk meneladani cinta dan kesetiaannya?

Duhai, para suami,…junjunganmu memberikan contoh yang sangat istimewa dan mulia. Tentang kisah cinta dan kesetiaannya yang telah di saksikan oleh istri-istrinya yang lain dan para sahabatnya yang mulia. Generasi seterusnya dan para ulamapun membukukannya dalam tulisan mereka. Sehingga kisah ini bukanlah dongengan ataupun khayalan semata. Akan tetapi ia nyata adanya dan bagi orang yang ingin menirunya tentu pahala menantinya. Tidakkah hatimu tergerak untuk mewujudkannya?

Rasulmu tercinta yang amat sangat mencintai umatnya adalah sangat menghargai jasa istrinya. Bukti penghargaan beliau ini di wujudkan dengan tidak menikahnya beliau dengan wanita lain ketika Khadijah radiyallahu anha masih hidup mendampinginya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalan Az-Zuhri dari Urwah radiyallahu anhu bahwa Aisyah radiyallahu anha berkata:


“Nabi Shalallahu alaihi wassalam tidak menikahi wanita lain sampai khadijah wafat”

Hal ini tidak di perselisihkan di kalangan ahli ilmu dan sejarawan yang menunjukkan betapa agungnya kedudukan khadijah radiyallahu anha dalam hati beliau, tidakkah engkau memikirkannya?

Wahai para istri,…mengapa sangat agung kedudukan Khadijah radiyallahu anha dalam hati beliau shalallahu alaihi wassalam?Karena beliau memberikan pengorbanan dan jasa yang sangat besar dalamke hidupan suaminya tercinta.Beliau tak kenal lelah dan letih begitu setia mendampingi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dalam berdakwah mengenalkan islam pada masyarakat Quraisy waktu itu, sehingga sang suami mendapat berbagai cobaan, ujian dan kesulitan dalam hidupnya. Ia korbankan harta bendanya untuk sang suami tercinta di jalan dakwahnya, memberikan dukungan, ketenangan dan kasih sayang yang melimpah ruah dalam rumah tangganya.Mendidik anak-anak beliau sehingga menjadi penyejuk mata bagi keduanya.Inilah sosok istri teladan yang patut bagi setiap muslimah untuk mencontohnya dan mempersembahkannya untuk suami tercinta sehingga rumah tangga setiap muslim menjadi kokoh dan kuat bangunannya.Wajarlah bila Allah Azza wa jalla memberikan kabar gembira atas jasa-jasa beliau ini berupa istana di surga.Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwa suatu ketika malaikat Jibril mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dia berkata :

”Wahai Rasulullah, itu Khadijah telah datang membawa makanan atau minuman. Kalau sudah tiba, sampaikan salam kepadanya dari Allah dan dariku, dan berilah kabar gembira bahwa telah di sediakan untuknya sebuah istana di surga yang terbuat dari intan permata dan di istana tersebut tidak ada keributan maupun keletihan”

Selain itu atas jasa besar Khadijah radiyallahu anha yang sangat tulus dalam memperjuangkan islam akhirnya beliaupun berhak menyandang gelar sebagai wanita yang terbaik pada umat ini. Dari Ali bin Abu Thalib Radiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shalalahu alaihi wassalam bersabda:

“Wanita mereka yang terbaik adalah Maryam (yakni kepada umat yang didalamnya terdapat Maryam)dan wanita umat ini yang terbaik adalah Khadijah “

Bukankah Allah sangat cepat hisabnya wahai saudariku,…Tidaklah Ia membalas kebaikan melainkan dengan kebaikan bahkan yang berlipat ganda,tidakkah kita ingin meraihnya?

Untuk para suami yang berusaha membahagiakan sang istri tercinta,…walau Khadijah radiyallahu anha telah tiada penghormatan beliau padanya tetap seperti di masa hidupnya . Beliau senantiasa memberikan hadiah pada kerabat dan kawan-kawan istrinya sebagai bukti nyata cinta beliau bukan hanya isapan jempol belaka.Sehingga perbuatan beliau ini membuat Aisyah radiyallahu anha sangat cemburu, Aisyah berkata :

“Aku tidak pernah cemburu kepada satupun diantara istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam seperti cemburuku kepada Khadijah. Aku tidak melihatnya, akan tetapi Rasulullah sering menyebut namanya. Terkadang beliau menyembelih kambing, lalu memotong-motongnya, kemudian membagi-bagikannya kepada kawan-kawan Khadijah.Pernah aku berkata pada beliau, ‘Seolah-olah tidak ada perempuan lain di dunia ini selain Khadijah?” Beliau menjawab : “Dia dulu begini dan begitu. Dan darinya pula aku punya anak”

Tentang perkataan Aisyah”…akan tetapi Rasulullah sering sekali menyebut namanya” Ibnu Hajar berkata bahwan dalam riwayat Abdullah al-Bahiyy dari Aisyah sebagaimana di sebutkan dalam Kitab Ath-Thabrani “beliau menyebut nama Khadijah, tidak bosan-bosan memujinya dan beristighfar untuknya”

Tentang perkataan Rasulullah Shalalahu alaihi wassalam : “Dia dahulu begini dan begitu” Ibnu Hajar berkata bahwa maksudnya dia adalah wanita mulia, cerdas dan sejenisnya

Dalam kitab Al-Musnad Imam Ahmad menyebutkan riwayat Masruq dari Aisyah bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

“Dia beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tidak mau memberi bantuan, dan Allah Subhanahu wa ta’ala memberiku anak darinya ketika Dia tidak memberiku anak dari wanita lain”

Imam Nawawi berkata : “Hadits-hadits ini merupakan dalil kesetiaan, penjagaan cinta kasih, dan penghormatan kepada pasangan hidupnya baik semasa hidup maupun setelah mati, serta penghormatan kepada para kenalan teman hidup tersebut”.

Jasa istrinya selalu beliau kenang sepanjang masa, sepanjang perjalanan hidupnya. Beliau begitu setia, santun, memiliki pergaulan yang baik dengan istrinya, menjaga kehormatan hidup istrinya baik di saat hidup maupun setelah tiada serta memuliakan kerabat dan teman-temannya.Cintanya tak pernah lekang di makan usia bahkan beliau tetap setia mencintainya ,senantiasa menyebut namanya. Betapa indahnya!

Aisyah berkata bahwa Haalah binti Khuwailid saudara perempuan Khadijah meminta izin bertemu Rasulullah Shalallahu alihi wassalam. Saat itu beliau teringat akan cara minta izinnya Khadijah yaitu cara minta ijin Haalah yang mirip dengan Khadijah. Beliaupun terkenang dan terkejut dengan berkata “ Ya, Allah itu Haalah!” Aisyah yang melihat sikap beliau ini menjadi sangat cemburu. Aku berkata pada beliau :”Untuk apa engkau mengingat-ingat perempuan tua yang sudah tanggal giginya (ompong) dan sudah lama mati, padahal Allah telah memberimu ganti yang lebih baik darinya”

Tidakkah engkau melihat kecemburuan Aisyah? Cemburu pada wanita yang telah tiada? Rasulullah tidak pernah melupakannya, melupakan gerak-gerik istrinya di masa hidupnya semua terekam indah dalam ingatan beliau. Hingga Aisyahpun tak kuasa menahan kecemburuannya.Adakah yang mau merenungkannya?

Pada Rasulullah suri tauladan yang menawan, semoga dengan membaca kisah cinta dan kesetiaannya hatimu akan tertawan. Alangkah indah dan manisnya hidup dalam cinta dan kesetiaan.Sehingga tenanglah hati para istri mengarungi biduk rumah tangga yang penuh onak dan duri-duri kehidupan. Islamlah solusi kehidupan bagi para pasangan. Di dalamnya akan kita dapati jalan keluar yang kita butuhkan. Wahai para suami,…apalagi yang engkau pikirkan? Jika manusia yang paling mulia di atas bumi ini telah mengajarkanmu arti cinta dan kesetiaan. Tidakkah ingin engkau persembahkan kepada pasangan hidupmu yang telah Allah halalkan? Dan tentu para istripun akan menambah pengabdian dan ketaatan mereka padamu karena inilah yang mereka harapkan! Wallahu ‘alam bish-shawwab.

Artikel ini telah di muraja’ah oleh : Ustadz Khalid Samhudi Lc.
Dicopy dari: Jilbab Online

.:Dibawah Naungan Kasih-MU yaa Rahman:.


Cinta adalah air kehidupan, bahkan ia adalah rahasia kehidupan...
Cinta adalah kelezatan ruh, bahkan ia adalah ruh kehidupan...
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan...
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan...
Akan cerah kehidupan...dan akan menari hati...dan akan bersih qalbu...

Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan...
dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan...
dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan...

Kalaulah bukan karena cinta, maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya,Kalaulah bukan karena cinta, tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya, tidak akan menangis tanah yang kering terhadapa awan yang hitam, dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga musim semi.

Ketika cinta hampa dalam kehidupan, maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan.
Ketika cinta telah hilang, maka akan layulah bunga, akan padamlah cahaya, akan pendeklah usia, akan kering danau di hutan belantara dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara.

Ketika cinta telah sirna...tatkala itulah lebah meninggalkan bunga, tatkala itu burung pipit meninggalkan sarangnya, tatkala itu pula kutilang tidak lagi hinggap lagi pada pucuk cemara.

Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai mempunyai muara, maka lautan cinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara.

Disalin dari buku "Buhul Cinta" hal: 23-25
Penulis: Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullahu Ta'ala
Penerbit :Pustaka Darul Ilmi

Rabu, 24 Juni 2009

:*:Rasa HatiKu:*:


Gejolak perasaan menyembul ditengah kemelut yang tak kumengerti apa penyebabnya
Perpaduan antara keindahan dan kekhawatiran
kenyamanan dan ketakutan

Lembaran-lembaran tulisan merah muda tak sanggup mengurai pelangi jiwa
Cahaya menyeruak ditengah bayangan kebiruan
Jelas ini bukan suatu fatamorgana
ini bukan de javu biasa
ini bukan ilusi tanpa arti
ini juga bukan imajinasi penuh seorang pemimpi

Rasa ini nyata
rasa ini ada
rasa ini menghujam dengan keindahan yang tak pernah terasakan sebelumnya.

Indah dengan gemerlap ribuan cahaya
Cantik bagai pesona taman-taman impian.

Yaa... Rabbana
Harap hati ini
Ridho-Mu untuk langkah ini
untuk setiap musim bunga yang akan kulalui

Untuk sebuah penantian yang berbalut sejuta untain rasa dalam pelangi jiwaku.
Untuk penyempurnaan setengah agama-MU
Bersama langkah orang-orang yang memendam rindu
Dalam taman-taman cinta-MU
Berharap bertemu dengan-Mu
Untuk bisa menatap keindahan Wajah-Mu

Selasa, 16 Juni 2009

Malam||


Sayup-sayup kudengar suara dari luar kamar, suara yang mencurigakan, namun telinga ini masih sanggup mendengarnya. Penasasaran dengan suara tersebut, kucoba untuk melihat dari jendela kamar. Trauma atas kejadian 1 tahun silam masih membekas jelas. iyah,,, ditengah guyuran hujan deras, 2 orang asing berusaha menunaikan pekerjaan haram untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara mencongkel jendela kamarku. Maling??? tidaaakk....!!!!!!! Hffuuhh,,, ternyata bapak yang lagi mematikan kran air. emang ada kebocoran di tempat penampungan air di kontrakan teteh. :)

Terjaga ditengah malam....
Ya Rabb... ditengah pekatnya ruang kamar ini, aku sendirian, tidur sendirian, keheningan yang menghiasi semakin memperdalam rasa sentimentil diriku. Ahh,,, ini baru di dunia, pekatnya malam masih tak seberapa karena masih terbias cahaya lampu dari luar dan cahaya mini compo ku yang posisinya dalam keadaan stand by. Nanti, entah selesai aku nulis di blog ini, entah seminggu lagi, entah setahun lagi, atau... entahlah kapan waktu kontrakku di dunia ini habis. Yang jelas nan pasti,,, jatah waktu semakin berkurang, dan suatu saat nanti aku akan diminta untuk pulang dengan semua hasil yang selama ini aku kumpulkan. Yaa Rabbi... akhirkanlah hidup hamba dengan akhir yang baik, dengan mentauhidkanMU, dengan keadaan sujud kepadaMU. amiin...

Fase pertama aku akan melewati dimana tak ada orang yang sudi menemani ku didalam ruangan kecil yang hanya cukup untukku. Dingin, sendiri, dan diperparah lagi dengan teman-teman baru yang tak bersahabat dengan tubuh yang selama ini aku rawat. Semua orang akan meninggalkanku, Rabb... mampukah lisan ini menjawab pertanyaan yang diajukan oleh malaikatMU??

’Apabila seorang muslim ditanya di dalam kubur, maka dia bersaksi babwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Itulah maksud firman Allah, Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh di dalam kehidupan dunia dan di akhirat’’ (HR Bukhari dan Muslim)

Ya Rabb... Teguhkanlah hati dan ucapan ini, Hamba memohon perlindungan kepadaMU dari azab kuburMu...

’Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan berbuat apa yang Dia kehendaki’’ (Ibrahim: 27)

Rabbana,,, mata ini takkan pernah sanggup bersabar menanggung azabmu. Ampunilah kami, ampunilah kekhilafan kami, ampunilah kebodohan kami, ampunilah kesombongan kami. "Laa "Illaha Illa anta Subhaanaka innii kuntu minadzolimiin"


Cikarang,,, 17 Juni 2009
Untukmu temanku,,, yang semalam mendengarkan semua gelisah, bahagia, haru dan sedihku. Aku mencintaimu karena Allah... Semoga kita menjadi hamba yang berjalan dikoridornya sesuai rambu-rambu yang ditunjukanNYA. :)

Kamis, 11 Juni 2009

:*:Rasa:*:



Terjebak dalam gradiasi perasaan...
Satu titik kebingungan yang masih menggelayuti hati ini. tentulah salah apabila kita menempatkan diri kita dalam suatu posisi yang "mungkin" dalam kacamata normal itu zona yang abu2 dan cenderung gelap.


Ada dilema yang terus membuncah tatkala keinginan hati bertentangan dengan rasa hati. keinginan kuat untuk mengikuti keinginan untuk tidak bermain-main dengan zona qulb, berbanding terbalik dengan keinginan rasa untuk menuruti kenyamanan area perasaan.
Yaa Rabb,,, Maafkan keinginan yang tak selaras dengan tindakan ini.

Rasa itu belum hilang meski asa telah sirna. Ingin aku pergi dari perasaan ini, ingin aku berhenti memikirkan asa ini. toh semuanya telah terbawa senja yang selanjutnya akan terganti dengan malam yang bertabur bintang.

Semu, semuanya samar... bahkan ketika diri ini mengerti telah terjebak dalam rasa yang semu, mengapa raga ini tak kuasa mengakhiri. Betapa bodohnya diri ini, betapa lemahnya hati ini.

Duhai Rabb yang menggenggam hati ini....
Engkau amatlah mengerti, diri ini takkan sanggup untuk menyakiti. Sesungguhnya Engkau yang paling mengerti apa arti semua ini.

Minggu, 31 Mei 2009

:*:Antrianku Semakin Mendekat:*:



Cikarang, 26 Mei 2009 jarum jam diangka 12.03 dalam kamar bernuansa merah dan biru

"Meski kurapuh dalam langkah... kadang tak setia kepadaMU,, bla... bla.. bla.."
Suara khas Opick yang menghentak ditengah sunyi nya malam,,, menyadarkan aku dari lelapnya rengkuhan kain lembut bermotif mawar merah kesayanganku yang menyelimuti benda persegi panjang yang terbuat dari foam nan nyaman (ffhh.... cukup nyaman untuk ku saat ini)

Subhanallah... Wonderful night.... So many Thanks to Allah,,, That gave me a chance to see this night. Alhamdulillah....... Sengaja HP masih dalam keadaan non aktif, agar dering SMS tak menggangguku dalam menikmati malam yang lumayan dingin (emang beberapa hari kebelakang, cikarang lebih dingin dari biasanya). Meski malam ini tak ada bedanya dengan malam2 sebelumnya,,, pekatnya sama,,, heningnya sama,,, nuansa ruangan tempat tinggalku pun sama, tak ada perubahan dari isianya sampai sang empu nya.

Uppss... ada yang sedikit beda dari ku ternyata... malam ini kutinggalkan usia perak kehidupanku. Dengan mata yang bener2 berbentuk garis (mungkin,, coz dari semua foto,, mataku pasti menunjukan garis lurus... apalagi pas ngantuk.. hikss..) kusentuh air dari kran yang sedingin air dingin di frezerku. iaahh... lebayisme (serius emang dingin koq).
Subhanallah... dinginnya air ini bener2 membuat mata sipitku berubah nama jadi belok (ejaan sama dengan "bekam") hhmm... Allah memang sebaik2 pengatur. Thanks ya Rabb....

Masya Allah... tetes air mata mengurai ketika diatas meja tepat dihadapanku ada tumpukan dua buah kitab yang ba'da Isya tadi baru aku tadabburi, tepat surah ke-5. Entah seberapa sering aku melupakan kalamMu yang menjadi petunjuk hidup hambaMU yg Engkau turunkan melalui utusanMu yang mulia. Entah berapa sering aku lebih asik dengan gambar2 fiktif di pesawat yang bernama televisi. Ketika aku sedih,,, do'aku menjadikan Al-Qur'an sebagai penawar hatiku, pengusir keluh kesahku... sungguh bertolak dengan kemalasan tatkala diri berkubang keceriaan. Astaghfirullah...

Rabbana... belumlah sempurna hati ini bermunajat kepadaMu,,, slide-slide pergantian hari yang mengiringi perjalanan panjang menuju pusat antrian bak tayangan di projector yang terus memaksaku untuk melihat meski kupejamkan mata ini dengan ketundukan kepala yang menyiratkan kehambaan seorang hamba, toh semua gambar itu tetap menguasai pikiranku,,, mendominasi seluruh daya ingatku,,, mencengkeram segala keangkuhan yang mengkungkung.
Seperti seorang raja dia memaksaku menelan kumpulan rasa,,, khilaf, salah, ego, angkuh, kotor, hina dan semua perasaan yang terakumulasi menjadi gunungan dosa yang puncaknya adalah rasa penyesalan. La Illaha Illa anta Subhanaka inni kuntu minaddzolimiin...

Kini,,, bilangan usiaku semakin besar,,, sejalan dengan itu,,, jatah waktuku semakin berkurang. Antrian semakin mendekati tujuan. Entahlah... Apakah bekal yang selama ini aku kumpulkan sudah dapat aku banggakan di depanku sendiri? apakah catatan amal ini sudah cukup untukku menerima jatah catatan dengan tangan kanan? Takkan cukup!!! so,,, teruslah berusaha,,, teruslah meminta hidayah dari Nya.
Aku tak tahu apa mungkin rayuan dari mulut seorang hamba yang penuh dengan noda dan kotor ini akan diterima? Satu yang pasti,,, aku ingin tetap merayu sampai aku tak sanggup lagi merayu karena batas waktu yang Engkau berikan untuk menyimpan pundi-pundi bekal di akhirat sudah selesai. "Rabbana Dholamnaa Anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna miinal khoosiriin..."

Selama masih ada nafas di badan ini,,, tentulah masih ada kesempatan untuk syaiton berperan aktif menyesatkan dengan ribuan cara,,, berilah keistiqomahan kepadaku ya Rabb,,, berilah hidayahMu agar aku selalu memohon perlindungan dari tipu daya syaiton laknatullah. Laa Hawla walakuwwata illabillah...

Kurapikan kembali mukena bermotif bunga2 timbul yang terlihat cantik di badanku (hikss... narsisme yang berlebihan), kubaringkan jasad ini kembali ke busa yang nyaman, kuambil benda hitam bertuliskan sony ericson dengan seri w200i yang setia menemaniku disetiap moment. kuaktifkan lagi... beberapa saat terdengar suara merdunya edCoustic --Duhai pendampingku, akhlakmu permata bagiku,,, buat aku makin cinta-- (entah apa maksudnya ngaktifin ringtone ini... *ngarep.com :D), terbaca sebuah pesan dari sahabat yang tanggal 2 Juni 2009 akan menyempurnakan 1/2 agamanya lewat walimahan (Barakallu laka wa baraka 'alayka wa jama'a bainakumma fi khoiir) begini bunyi pesanya "Happy bday-mg dgn b'tmbhnya usia, b'tmbah pl kCntaan mb kpdNya,barokah sisa hdpny, dmurahkn rzknya n dmdhkn sgla inginy.. mg cpt nyusul deh mb, mf my ga bs ngsh apa2."

Amiin Allahumma amiin kuberucap dengan lirih. sedih namun tersenyum, kalimat "semoga cepat nyusul" mengingatkan akan kejadian 3 bulan kebelakang, tak terasa air bening kembali keluar dari sudut mataku. Ya Rabb... semoga semua do'a Engkau ijabah... Engkau mudahkan segala urusanku. Kembali ku untai senyum dengan asa yang lebih sempurna dengan diiringi kalimat terindah dari murottal surah ke-55 yang terdengar dari MP3 ku.
-- Arrahmaan. Allamal Qu'an. Qolakol Insaan........

Kamis, 21 Mei 2009

1 Pertanyaan Putri||

Kampoeng Poetri tahoen 1988>>
Ibu kasih tau yo nduk,,, jangan keseringan manjat pohon karsen (sejenis cheri, atau orang selatan nyebutnya thalok) opomeneh nganti tiduran diatas pohon. Kamu itu cah wadon,,, piye kalau jatuh, kena batu dibawahnya. Ibu juga sering dibilangin tetangga,, kamu di TPA nggak pernah bisa diam... playon kesana kesini.
Kenapa diam,,, yen gitu, bener ya... yang ibu dengar?

Ibu cuma geleng-geleng kepala setelah mendengar jawaban "iya" dari putri bungsunya.
Memasuki gerbang sekolah dasar, putri tumbuh menjadi sosok anak yang tomboy, dengan karakter yang ogah takut dengan teman laki-laki apalagi dengan kaumnya. Mancing, main benthik, panjat pohon sampai panjat pagar vihara (yang kebetulan ada di jantung desa, sering putri ngintip ada apa dibalik pagar vihara itu) sudah menjadi kebiasaan yang menjadi super biasa di hadapan sang bunda, dimana ke-2 anak perempuanya memiliki sifat yang jauh berbeda.

Kampung Putri tahun 2001>>
Nduk,,, ibu pesen... walaupun kamu jauh dari ibu,,, inget... segala polah kamu akan nyampai ke ibu juga. Ibu memberikan kepercayaan penuh, jangan sekali-kali engkau mengecewakan kepercayaan yang ibu berikan.

Do'a yang keluar dari mulut mulia wanita yang dengan seluruh cintanya mengandung, melahirkan dan mendidiknya,,, terus mendengung ibarat hentakan lebah yang akan menyengat tatkala fatamorgana di sekeliling terbias menjadi suguhan yang merendahkan martabat para pemujanya. iyah,,, benar.... lingkungan yang putri masuki sudah berbeda dengan terakhir putri di kampung,,, dan derajatnya semakin buruk daripada pertama kali menginjakkan kaki di kota tanpa naungan atap rumah yang didalamnya ada adab dalam pergaulan.

Putri,,, tak terlahir dalam keluarga kondusif yang seperti yang diharapkan ketika bayangan pernikahan berseliweran di otaknya yang memang selalu dihiasi kata "Baiti Jannati"
Namun tatkala karakter yang ditanamkan keluarga berbenturan dengan relaita di lingkunganya, membuat putri gamang,, antara "iya melihat saja" meski dengan pengingkaran dalam hati,,, atau "tidak, untuk mendiamkan saja" dengan resiko ada stampel "sok ngerti, sok ngurusin, sok... atulah terserah apa kata kalian. :D"

Realita pergaulan yang sudah salah kaprah. Mungkin dimata pemuja cinta --yang ini cinta yang diharamkan yahh-- orang yang mempunyai ikatan cinta syaiton (ungkapan apalagi ini) --yang ngetrend dengan "pacaran". tak pacaran berarti suatu yang memalukan,,, konvensional atau lebih parahnya nggak laku (Masya Allah,,, seperti dagangan ajah ya...) itulah,,, dan itu fakta yang tak perlu repot2 untuk mengshohihkan dengan survey. Adalagi yang membisikkan rayuan "gimana mau nikah kalau nggak pacaran" hmmm...... padahal sudah teruji dengan valid, buaanyak ikhwah dengan jalur yang syar'i mewujudkan kata indah "Baiti jannati" .

Parahnya ketika fenomena ini sudah mewabah,,, para pemujanya serasa mempunyai kuasa atas nasibnya,, atas Qodarnya bahwa pacarnyalah yang akan mendampinginya. Kalau sudah seperti itu mereka pura-pura amnesia dengan syari'at yang telah Allah Ta'ala turunkan (Naudzubillah). Siang malam berduaan,,, kemana-mana selalu berdua (apatah tak ada lagi mahrom yang mau menemani,,, dibenak putri,,, alangkah beruntungnya dia menjadi putri yang jauh dari manja). Lalu bagaimana seumpama takdir Allah berkehendak lain? hmmm,,,, putri harus berjuang keras untuk mengetahui jawaban dari pertanyaanya.
Adakah yang bantu mau kasih jawaban untuk putri?????????